Pada dasarnya, tenologi komunikasi selalu berorientasi pada masa depan. Mengapa demikian? Teknologi, apapun bentuknya selalu mencari cara baru untuk berkembang, dan untuk membuka celah baru bargi inovasi-inovasi selanjutnya. Teknologi, bukanlah akan menjadi teknologi yang seutuhnya jika tidak terbuka lahan bagi perbaikan. Karena pada dasranya teknologi diciptakan untuk kemaslahatan, kemudahan, serta kepuasan hidup manusia, dan karena pada dasranya manusia tidak pernah puas, maka teknologipun pada akhirnya selalu berusaha untuk dikembangkan.

Maka jika kita telah berbicara mengenai perkembangan, kitapun berbicara mengenai orientasi kepada masa depan. Teknologi selama ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang futuristic, sesuatu yang ditujukan untuk masa depan, sesuatu yang tidak dapat kita temui di masa sekarang, hanya ada di masa depan. Dunia hiburan, terutama film-film, seringkali menggambarkan masa depan dengan mayoritas warna abu-abu millennium, dimana semua berbasis layar sentuh, kita tidak akan menemukan dinding dari batu bata, namun dari bahan kaca yang jika disentuh akan muncul feature-feature yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Masa depan teknologi komunikasi sebenarnya bukanlah sesuatu yang terlalu susah untuk dibayangkan. Mungkin poin yang digambarkan oleh media-media populer bahwa masa depan akan berbasis layar sentuh, benar adanya. Pernahkah anda mendengar mengenai Corning Incorporated? Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri dan pembuatan kaca dan juga teknologi terapan. Corning, membuat dunia terperanjak dengan video yang ia luncurkan pada 2011 lalu yang berjudul A Day Made of Glass. Video ini menyajikan gambaran di mana masa depan merupakan dunia yang isinya didominasi oleh adanya permukaan kaca tipis yang interaktif, yang dapat kita temukan dimana pun di kehidupan kita, sejak kita bangun hingga kita kembali ke kamar kita masing-masing dan tertidur.

Kaca interaktif yang dimaksudkan dapat kita jadikan sebagai alat komunikasi kita: kita dapat mengirimkan pesan teks, email, dan lain sebagainya melaluinya, dan kaca ini terdapat di manapun di sekitar anda: di kamar mandi anda, di dinding kamar anda, dashboard mobil anda, bahkan sebagai bagian luar bangunan gedung-gedung perkantoran. Hal yang menarik dari video yang diluncurkan Corning ini adalah bahwa visi masa depan yang demikian yang mereka gambarkan pada A Day Made of Glass merupakan sesuatu yang sedang in-progress, sesuatu yang sedang mereka kerjakan inovasinya sekarang, dan berusaha untuk benar-benar mereka hadirkan di kehidupan nyata dalam beberapa tahun lagi. Ada begitu banyak aspek yang dipengaruhi oleh berkembangnya teknologi menuju arah yang futuristik. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, komunikasi tentu saja, lalu sebut juga  dunia kesehatan, pendidikan, hiburan, transportasi, bahkan dunia pertanian dan agrikultur, serta masih banyak aspek-aspek lainnya.

Para peneliti di Finlandia, sebagaimana dikabarkan oleh Futurist Magazine, sedang mengembangkan Supersizing Microscope. Supersizing microscope ini disambungkan dengan miskroskop yang ada, dan akan menampilkan gambaran sample yang ada di miskroskop. Kelebihan dari display screen ini adalah layarnya yang besar, dengan ukuran minimum sebesar 46 inch, memaksimalkan kemampuan touch screen, sehuingga para peneliti sample dapat memperbesar dan memperkecil gambaran dari sample yang ada, mirip dengan bagaimana kita memperbesar atau memperkecil tampilan di Ipad. Pengembangan ini dipercaya dapat mempermudah proses penelitian para ilmuwan.

Sementara di bidang hiburan, inovasi yang terjadi sudah tidak dapat diragukan lagi. Inovasi yang terbaru adalah pengembangan 3-D mobile phone. Para peneliti di Fraunhofer

Institute for Telecommunications di Berlin sedang berusaha mewujudkan impian para pecinta film agar mereka dapat lebih dalam menikmati film-film yang mereka sukai. Para peneliti ini menjanjikan pengalaman menonton yang tidak terlalu berbeda dari di bioskop, dalam artian teknologi 3-D yang disediakan akan benar-benar sama seperti yang ada di bioskop, bedanya hanya akan ada pada media: yang satu berlayar besar dan kita harus jauh-jauh ke bioskop, dan yang satu lagi berlayar sebesar layar handphone dan tidak memerlukan kita untuk pergi jauh-jauh ke bioskop.

 Perekonomian Indonesia Untuk Teknologi Masa Depan

Lalu bagaimana kesempatan Indonesia dalam masa depan teknologi komunikasi? Sebagai bangsa dengan masyarakat yang jumlahnya sangat banyak, dan terlebih lagi, dengan bentangan status ekonomi dan sosial yang berbeda-beda, terdapat pula banyak pandangan tentang masa depan teknologi komunikasi dan kesuksesan penerapannya di Indonesia, jadi tidak bisa disamakan.

Jika kita berbicara dari sisi ekonomi, mengenai orang-orang yang berada di struktur menengah ke atas dalam dalam kehidupan ekonomi dan sosial, tentu mereka adalah orang-orang yang akan mampu dan sanggup menerapkan masa depan teknologi komunikasi, jika masa depan itu merupakan sesuatu yang berbentuk barang dan untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan berupa uang. Namun jika kita berbicara mengenai orang-orang yang hidupnya berada di garis antara menengah ke bawah, maka kesempatan mereka untuk melakukan pengorbanan yang sama, tentu jauh lebih kecil.

Jika ditilik dari sejarah konsumerisme masyarakat Indonesia, kesempatan seluruh masyarakat untuk menikmati perkembangan teknologi komunikasi, sangatlah besar. Kita mengetahui dengan jelas bagaimana smartphone menjadi tren di Negara ini beberapa tahun terakhir. Sebutkan pula mengenai gadget-gadget yang berlayar sentuh. Intinya, sebenarnya masyarakat Indonesia, terlepas dari masalah status ekonominya, mempunyai perhatian yang besar terhadap teknologi.

Permasalahannya sekarang tinggal bagaimana kita memilah-milah teknologi dan perkembangannya sendiri. Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan kehidupan kita. Apapun dan bagaimanapun nantinya masa depan teknologi membawa manusia, seharusnya tetap tidak boleh dilupakan tujuan awal dari teknologi itu sendiri, yaitu untuk mempermudah hidup kita, bukan malah menghancurkan.

Advertisements