Setitik Harapan, Mereka

Alang Alang

Ah..arus angin nampak datar datar saja
Lagu lagu yang membahana, menumbuhkan kerinduan kerinduan
Lalu bisakah lusinan kata kata dari corong sakuni menumbuhkan penawarnya ?
Sulur sulur mimpi menjerat teramat kuat, bolehkah anganku sedikit menggeliat ?

Raja siang bersinar garang, semua tetap datar datar saja
Dingin wajah tanpa selengkung senyum
Muram sudah kelopak bunga, menangguk rindu pada perak perak hujan
Dan wajah wajah terbungkus kabut kesunyian, seperti kosong mata,
hampa hati, di dera getir hidup tanpa jeda

Di bentur benturkan pada dinding dinding kesibukan,
hingga terkapar, lelah..juga terluka
Debu debu ibu kota menyeruak menyesaki rongga paru
Sampah sampah segar nyengir,
menebar anyir adalah parfum gratisan ala orang pinggiran
Dan tangan tangan mungil lincah memilah milah sampah,
sembari mengutuk rasa lelah

Tiap hari di media ada bermacam janji tentang kesejahtraan
Untuk kita, untuk mereka..
Tapi janji tak merubah apa apa

Mungkin para pejuang sedang menangis di alambaka
Melihat bocah bocah bergelut dengan sampah sampah
Memahat pilar pilar harapan di antara debu dan sampah ibu kota
Menatah impian di antara deru roda dan sampah sampah

Kita harus bertahan,
Tuhan takkan membiarkan umatnya bergelut dengan kesusahan ” kata mereka

Doaku untukmu kawan, semoga pintamu di dengar Tuhan
Sebab suara suaramu telah remukkan hati juga jiwaku..saudaraku