klasifikasi ilmuMembicarakan klasifikasi ilmu, mungkin yang kita tahu hanya sebatas semua ilmu yang kita terima semasa sekolah atau kuliah. Namun klasifikasi ilmu sebenarnya lebih luas lagi pembagiannya.
Secara umum pembagian ilmu lebih mengacu pada obyek formal dari ilmu itu sendiri, sedangkan jenis-jenis di dalam suatu kelompok mengacu pada obyek formalnya. Pada tahap awal perkembangannya ilmu terdiri dari dua bagian yaitu :
  • trivium,  yang terdiri dari :
    • gramatika, tata bahasa agar orang berbicara benar
    • dialektika, agar orang berfikir logis
    •  retorika, agar orang berbicara indah
  • quadrivium, yang terdiri dari :
    •  aritmetika, ilmu hitung
    •  geometrika, ilmu ukur
    •  musika, ilmu musik
    •  astronomis, ilmu perbintangan
Pembagian klasifikasi ilmu meurut Mohammad Hatta yaitu :
  •  ilmu alam (terbagi dalam teoritika dan praktika)
  •  ilmu sosial (juga terbagi dalam teoritika dan praktika)
  •  ilmu kultur (kebudayaan)
Sementara  itu Stuart Chase membagi ilmu pengetahuan  sebagai berikut :
  •  ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural sciences)
    • biologi
    • antropologi fisik
    • ilmu kedokteran
    • ilmu farmasi
    • ilmu pertanian
    • ilmu pasti
    • ilmu alam
    • geologi
    • dan lain sebagainya
  •  ilmu-ilmu kemasyarakatan
    • ilmu hukum
    • ilmu ekonomi
    • ilmu jiwa sosial
    • ilmu bumi sosial
    • sosiologi
    • antropologi budaya an sosial
    • ilmu sejarah
    • ilmu politik
    • iIlmu pendidikan
    • publisistik dan jurnalistik
    • dan lain sebagainya
  • humaniora
    • ilmu agama
    • ilmu filsafat
    • ilmu bahasa
    • ilmu seni
    • ilmu jiwa
    • dan lain sebagainya
Dalam pembagian ilmu  tersebut diatas hendaknya jangan dianggap tegas demikian/mutlak, sebab mungkin saja ada ilmu yag masuk satu kelompok namun tetap bersentuhan dengan ilmu dalam kelompok lainnya.
Klasifikasi ilmu pengetahuan sebaiknya didasarkan pada objek persoalan :
1.      ilmu yang cosmologis, yaitu ilmu yang objek materilnya bersifat jasadi, misalnya fisika, kimia dan ilmu hayat.
2.      ilmu yang noologis, yaitu ilmu yang objek materilnya bersifat rohaniah seperti ilmu jiwa.
Klasifikasi ilmu atas dasar bentuk pemikirannya/objek formal/tujuan:
1.      ilmu murni (pure science).
Ilmu murni adalam ilmu yang maksud pengkajiannya hanya semata-mata memperoleh prinsi-prinsip umum atau teori baru tanpa memperhatikan dampak praktis dari ilmu itu sendiri, dengan kata lain ilmu untuk ilmu itu sendiri.
2.      ilmu terapan (applied science),
ilmu yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam kehidupan paraktis di masyarakat.
Pembagian ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mesti dipandang sebagai kerangka dasar pemahaman, hal ini tidak lain karena pengetahuan manusia terus berkembang sehingga memungkinkan tumbuhnya ilmu-ilmu baru, sehingga pengelompokan ilmu pun akan terus bertambah seiring dengan perkembangan tersebut, yang jelas bila dilihat dari objek materilnya ilmu dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok saja, yaitu ilmu yang mengkaji/menelaah alam dan ilmu yang menelaah manusia, dementara variasi penamaannya tergantung pada objek formal dari ilmu itu sendiri.
daftar pustaka: